Asisten III Tekankan Disiplin Kerja ASN, Kesiapsiagaan Bencana dan Budidaya Pangan Lokal

blog image

SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN DOGIYAI _-_ Sebagaimana biasanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai kembali menggelar apel pagi gabungan yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Tenaga Kontrak dan Tenaga Honorer di lingkungan Pemkab Dogiyai. Apel berlangsung di Halaman Kantor Bupati Dogiyai dengan amanat disampaikan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Dogiyai, Wilem Tagi, S.IP.

Dalam amanatnya, Wilem Tagi menekankan pentingnya disiplin kerja, tanggung jawab aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca serta upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah Kabupaten Dogiyai.

Wilem Tagi mengimbau para Kepala Distrik dan Kepala Kampung agar senantiasa disiplin serta aktif menjalankan tugas di wilayah kerja masing-masing. Kehadiran pimpinan wilayah di kantor Distrik dan kantor Kampung sangat penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. 

"Sebagai ASN, kita jangan tinggalkan tempat tugas dalam waktu yang lama tanpa alasan yang jelas. Setiap keperluan yang mengharuskan pejabat meninggalkan tugas harus dikomunikasikan dan dikoordinasikan sesuai mekanisme perizinan yang berlaku. Kepala Distrik dan Kepala Kampung juga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan roda pemerintahan, pelayanan administrasi dan kehidupan kemasyarakatan berjalan secara optimal. Karena itu, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," kata mantan Kepala Distrik Dogiya8, Kabupaten Dogiyai itu.

Selain menyoroti kedisiplinan, Wilem Tagi juga mengingatkan masyarakat dan para pemimpin wilayah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seiring perubahan cuaca dan memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.

"Masyarakat dihimbau untuk mengantisipasi berbagai risiko bencana, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang. Warga juga diminta lebih berhati-hati dalam menentukan lokasi pembangunan rumah, terutama dengan menghindari kawasan rawan bencana, seperti bantaran sungai dan daerah yang berpotensi mengalami longsor. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui kesadaran masyarakat, perhatian pemerintah di tingkat Distrik dan Kampung serta kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keselamatan bersama," katanya.

Dalam menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem terhadap ketersediaan bahan pangan, Wilem Tagi turut mendorong masyarakat agar lebih aktif berkebun dan memanfaatkan lahan kosong yang tersedia di lingkungan masing-masing. Masyarakat, lanjutnya, diharapkan menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti petatas atau ubi jalar, keladi, sayur-sayuran, serta tanaman buah-buahan yang dapat menunjang kebutuhan pangan keluarga.

"Kami berharap agar para Kepala Distrik dan Kepala Kampung untuk menjadi pelopor gerakan bercocok tanam di wilayah masing-masing, sekaligus mendorong masyarakat membangun kebiasaan produktif dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Langkah ini penting untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan kondisi cuaca yang tidak menentu," harapnya. (Humas Pemkab Dogiyai)