Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD Dogiyai Periode 2026-2030
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN DOGIYAI _-_ Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd, M.Si mengukuhkan Kelompok Kerja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (Pokja Bunda PAUD) Kabuapaten Dogiyai periode 2026-2030 di Aula Koteka-Moge, Distrik Kamuu, Kabaupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (10/10/2026). Dengan pengukuhan itu, maka Pokja Bunda PAUD tersebut bukan sekadar untuk melakukan kegiatan seremonial, melainkan menjalankan sebuah amanat dan tanggung jawab besar demi meletakkan fondasi masa depan generasi Dogiyai melalui pendidikan anak usia dini.
Menurut Bupati Tebai, PAUD merupakan investasi kemanusiaan yang sangat berharga. Karena anak-anak yang didampingi hari ini adalah generasi yang akan menentukan masa depan Kabupaten Dogiyai. Karena itu, lanjutnya, pembangunan PAUD bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, tokoh adat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.
"Pokja Bunda PAUD harus menjadi penggerak nyata di lapangan, bukan sekadar pengurus yang tercantum dalam surat keputusan. Pokja harus menjadi jembatan antara Bunda PAUD dengan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memastikan bahwa program dan kebijakan PAUD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak hingga ke distrik dan kampung," katanya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten DogIyai itu menitipkan lima hal penting yang harus menjadi perhatian dan dilaksanakan oleh seluruh pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Dogiyai yang telah dikukuhkan. Pertama, aktif melakukan pendampingan dan pemantauan di lapangan. Pengurus Pokja harus mengetahui kondisi layanan PAUD di setiap wilayah, mengenali berbagai kendala yang dihadapi, serta mendorong penyelesaian masalah bersama instansi dan pihak terkait.
Kedua, memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan PAUD. Kita harus memastikan bahwa anak-anak Dogiyai, termasuk yang tinggal di kampung-kampung terpencil, memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan usia dini yang layak, aman, dan berkualitas. Ketiga, menggerakkan peran orang tua dan masyarakat. Pendidikan anak tidak berhenti di ruang kelas. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Oleh karena itu, Pokja perlu mendorong kesadaran keluarga untuk mendampingi pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Keempat, memperkuat layanan PAUD Holistik Integratif. Perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh pemenuhan gizi, kesehatan, kasih sayang, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Karena itu, Pokja perlu membangun kerja sama dengan perangkat daerah dan lembaga terkait agar kebutuhan dasar anak dapat diperhatikan secara terpadu. Kelima, melaksanakan evaluasi secara berkala. Setiap pengurus dan tenaga pelaksana di lapangan harus memiliki tugas, tanggung jawab, dan target kerja yang jelas. Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui program yang sudah berjalan, kendala yang dihadapi, serta langkah perbaikan yang harus dilakukan. Dengan demikian, keberadaan Pokja benar-benar memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
"Saya berharap seluruh pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Dogiyai menjalankan amanat ini dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian. Jangan menunggu semua persoalan menjadi mudah untuk mulai bekerja. Mulailah dari apa yang bisa dilakukan, dari wilayah yang dapat dijangkau, dan dari kebutuhan nyata anak-anak kita. Mari kita jadikan momentum pengukuhan ini sebagai titik awal kebangkitan PAUD di Kabupaten Dogiyai. Kita bergandengan tangan, memperkuat koordinasi, membangun kepedulian, dan menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, merata, serta berkelanjutan. Masa depan Dogiyai dimulai dari anak-anak kita hari ini. Jika kita memberikan mereka pendidikan yang baik, gizi yang cukup, kasih sayang, perlindungan, dan lingkungan yang mendukung, kita sedang menyiapkan generasi Dogiyai yang cerdas, sehat, berkarakter, mandiri, dan membanggakan. Selamat bekerja kepada seluruh pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Dogiyai Tahun 2026. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai setiap langkah pengabdian kita demi masa depan anak-anak dan kemajuan Kabupaten Dogiyai. Akhir Kata, PAUD Berkualitas, Anak Terlindungi, Generasi Dogiyai Berprestasi," harap bupati Yudas Tebai.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, Apolonaris Yogi, B.Soc mengatakan, semua pihak perlu memahami bahwa PAUD bukan hanya berbicara tentang pendidikan di dalam kelas. Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif atau PAUD HI, lanjutnya, merupakan upaya memenuhi seluruh kebutuhan esensial anak sejak lahir hingga usia enam tahun secara utuh, menyeluruh, dan terpadu.
Kebutuhan tersebut, katanya, meliputi pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan anak. Karena itu, pelaksanaan PAUD HI tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dinas terkait, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, keluarga, hingga masyarakat. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.
"Regulasi ini menjadi landasan bagi kita untuk memastikan bahwa setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. Kualitas layanan PAUD juga tidak cukup diukur dari banyaknya satuan pendidikan yang tersedia. Kita perlu melihat akses anak terhadap layanan, mutu dan kedalaman pelayanan, serta kesiapan sumber daya manusia yang mendampingi tumbuh kembang mereka. Pendidikan dan peningkatan kompetensi guru PAUD harus menjadi perhatian bersama," jelasnya.
Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Provinsi Papua, Ibu Nurhaida, atas komitmen dan dukungannya dalam membantu kabupaten yang menghadapi kendala dalam penyelenggaraan PAUD. Dukungan seperti ini sangat penting agar persoalan yang dihadapi di daerah dapat ditangani melalui koordinasi dan kerja sama yang baik.
Melalui kegiatan lokakarya yang telah dimulai sejak bulan Juli, kita berupaya memperkuat pelaksanaan PAUD HI, dengan fokus awal pada wilayah Ekindamani dan Mapia Tengah, khususnya Putapa. Dari wilayah-wilayah tersebut, kita belajar memahami kebutuhan nyata di lapangan dan menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Yogi berharap agar Pokja Bunda PAUD Kabupaten Dogiyai dapat menjalankan tugasnya secara aktif. Pokja harus menjadi mitra Bupati, Wakil Bupati, dan Bunda PAUD dalam mengoordinasikan serta mendorong pengembangan PAUD. Anggota Pokja jangan hanya bekerja di balik meja, tetapi harus turun langsung ke Distrik, Kampung, dan Satuan PAUD untuk melihat kondisi pelayanan serta memastikan anak-anak PAUD benar-benar memperoleh layanan yang mereka butuhkan.
"Kita harus mengetahui apakah anak-anak telah mendapatkan pendidikan yang layak, apakah kebutuhan kesehatan dan gizinya terpenuhi, apakah mereka memperoleh pengasuhan dan perlindungan yang baik, serta apakah guru dan tenaga pendidiknya mendapatkan dukungan yang memadai. Anak-anak usia dini adalah generasi penerus Kabupaten Dogiyai dan Papua. Investasi terbaik bagi masa depan daerah ini adalah memastikan setiap anak mendapatkan fondasi tumbuh kembang yang kuat sejak usia dini," tegasnya.
Yogi mengajak semua pihak bekerja bersama, membangun koordinasi yang kuat, menyusun perencanaan dan penganggaran yang tepat, serta melaksanakan program yang benar-benar menjawab kebutuhan anak dan keluarga. Jangan sampai ada anak di Kabupaten Dogiyai yang tertinggal atau tidak terlayani karena keterbatasan akses dan koordinasi.
"Akhinya, saya berharap Pokja Bunda PAUD Kabupaten Dogiyai yang telah dikukuhkan dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat pengabdian. Mari kita wujudkan pelayanan PAUD Holistik Integratif yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh anak di Kabupaten Dogiyai. Selamat bekerja dan selamat mengabdi. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati setiap upaya dan pelayanan kita bagi masa depan anak-anak Papua," harapnya. (Humas Pemkab Dogiyai)








