Sekda Dogiyai Ingatkan Semua ASN Wajib Disiplin dan Ikut Profiling ASN
SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN DOGIYAI -_- Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, M.Si bertindak sebagai Pembina Apel Gabungan Awal Bulan Oktober 2026 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Dogiyai, Senin (05/10/2026). Apel gabungan tersebut diikuti oleh para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, para Kepala Perangkat Daerah, Sekretaris OPD, para Kepala Bidang, Kepala Seksi, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai.
Dalam amanatnya, Sekda Petrus Agapa mengawali dengan ucapan terima kasih atas semangat dan kekompakan peserta apel. "Selamat pagi, terima kasih. Pegawai sedikit tapi suaranya lantang, semangat. Semuanya sudah terima," ujar Sekda membuka arahannya.
Namun demikian, Sekda menyayangkan masih rendahnya tingkat kehadiran pegawai di beberapa OPD. Ia menilai kedisiplinan kehadiran semakin lama semakin mundur. Sayang, lanjut Sekda, tenyata satu kantor, satu dinas, semakin lama semakin mundur kehadiran pegawai di semua OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Oleh karena itu, Sekda mengajak seluruh ASN menjadikan pergantian bulan yakni memasuki bulan Oktober 2026 sebagai momentum evaluasi diri.
"Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas perlindungan dan penyertaan-Nya, sehingga pada pagi hari ini kita hadir di tempat ini dalam keadaan sehat untuk mengikuti apel gabungan di awal bulan Oktober. Kita sudah tinggalkan bulan September. Apa yang kita lakukan selama bulan September yang tidak berkenan kita tinggalkan bersama bulan September. Mari kita menginjak bulan baru dengan sikap baru di bulan Oktober, kita tingkatkan disiplin kita," ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga memberikan pembinaan kepada petugas apel. Menurutnya, petugas apel harus melatih diri agar mampu tampil percaya diri di depan banyak orang, terutama dalam pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
"Masalah petugas apel ini melatih diri kita untuk bagaimana kita bisa tampil di depan banyak orang. Jadi masalah pembacaan teks itu kalau boleh petugas bisa belajar dulu di rumah, perhatikan komanya, sehingga semua pegawai bisa ikuti dengan baik. Kalau putus-putus begini kita jadi kaku untuk mengikutinya," pesannya.
Profiling ASN Wajib, Jadi Penentu di 2027
Isu utama yang ditekankan Sekda adalah kewajiban Profiling ASN. Ia memastikan seluruh ASN dan CPNS telah mengikuti profiling. "Semua ASN sudah ikut profiling ya? Jangan sampai ada yang belum, termasuk CPNS. Ini penting untuk masa depan kita," tanya Sekda kepada peserta apel.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2027, sistem Manajemen Talenta dan Profiling ASN akan diterapkan secara nasional di seluruh Indonesia. Kabupaten/kota yang tidak melakukan persiapan di tahun 2026 akan menanggung biaya yang mahal.
"Bagi kabupaten/kota yang tidak melakukan persiapan di tahun 2026, mereka akan bayar mahal. Perhitungan satu pegawai 500 ribu lebih. Kalau kali sekian ribu pegawai Kabupaten Dogiyai, berapa besanya. Jadi ini harus jelas," ungkapnya.
Sekda kemudian memberikan kesempatan kepada Kepala BKPSDM Kabupaten Dogiyai untuk melaporkan progres profiling.
"Secara umum semua sudah ikut profiling. Nanti untuk kenaikan pangkat tidak perlu manual lagi, akan keluar sendiri saat tiba waktunya. Masuk di kotak tujuh, delapan, sembilan dalam talent management," lapor Kepala BKPSDM.
Untuk mendukung sistem tersebut, Sekda menginstruksikan seluruh pegawai untuk melengkapi dokumen kepegawaian mulai dari SK CPNS sampai pangkat terakhir, SK Jabatan, serta sertifikat diklat dan pengembangan kapasitas diri untuk di-input ke dalam aplikasi SIASN.
"Seluruh pegawai punya kewajiban untuk memberikan dokumen SK CPNS sampai pangkat terakhir, untuk menambah nilai. Jangan anggap barang ini tidak penting. Kita serahkan kepada pengelola kepegawaian untuk mereka input dalam aplikasi. Kalau sudah masuk di kotak 7, 8, 9 berarti kita dinilai layak diberi tugas dalam suatu jabatan," tegas Sekda Agapa.
Disiplin Masuk Kantor Tentukan Nilai dan TPP
Hal lain yang disoroti Sekda adalah kedisiplinan masuk kantor yang akan menjadi penentu nilai dalam kotak manajemen talenta dan berpengaruh pada Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP).
"Ke depan kita harus rajin masuk kantor dalam rangka mengumpulkan nilai. Apa yang kita lakukan di kantor itu ibarat rambu-rambu lalu lintas. Kalau kita tidak masuk kantor, nilainya tidak akan naik. Tiap hari di kantor kita masing-masing menambah nilai untuk masuk di kotak 7, 8, 9. Kalau kita malas-malas, jangan harap," tegasnya.
Terkait pembayaran TPP, Sekda menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai telah mengusulkan penggunaan Rekening TabunganKu agar pembayaran lebih efisien dan tidak perlu transfer berulang melalui Bank Papua Nabire, namun hingga saat ini masih menunggu persetujuan dari Kepala Cabang Bank Papua Nabire dan Direksi Bank Papua di Jayapura.
"Masalah pembayaran TPP atau tunjangan kinerja ini kita sudah sampaikan kepada Bank Papua supaya diaktifkan rekening TabunganKu itu, sehingga masuk di rekening itu dan tidak perlu transaksi lagi di Bank Papua Nabire, ditempel saja. Tapi rupanya belum ada persetujuan dari Kepala Cabang dan Direksi di Jayapura. Kita sudah telepon, semoga segera bisa aktif," jelasnya.
Menutup amanatnya, Sekda Petrus Agapa mengingatkan agar seluruh pejabat dan pegawai tidak main-main dengan kebijakan nasional tersebut.
"Bapak Ibu sekalian, jangan main-main. Bagi mereka yang sudah punya jabatan, sadar diri untuk aktif masuk kantor. Tahun 2026 ini coba mulai biasakan, supaya tahun 2027 kita sudah siap dan terbiasa. Secara nasional se-Indonesia akan diterapkan, tiap hari kita harus masuk kantor, nanti semua akan ter-upload siapa yang masuk kantor siapa yang tidak, semua terlihat untuk penilaian," pungkasnya. (Humas Pemkab Dogiyai)








