BUKA SOSIALISASI NSK DAN BIMTEK PEMUDA BERPRESTASI, BUPATI DOGIYAI TEGASKAN PEMUDA ASET TERBESAR DAERAH

blog image

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN DOGIYAI _-_ Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bidang Pemuda dan Olahraga, bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dogiyai, menggelar Kegiatan Sosialisasi Norma, Standar, Kriteria (NSK) Pembinaan Moral dan Karakter Pemuda serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Bagi Pemuda Berprestasi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yaitu 03-06 Oktober 2026, bertempat di Swiss Home Stay Nabire, Ibukota Provinsi Papua Tengah. Kegiatan Bimtek dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Dogiyai, Willem Tagi, S.IP mewakili Bupati Dogiyai. Hadir sebagai narasumber utama, Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Drs. Petrus Tekege, SH, M.Hum. Turut hadir Ketua KONI Kabupaten Dogiyai Yeremias Goo, SE beserta jajaran pengurus, Ketua KNPI Kabupaten Dogiyai Benardo Boma beserta anggota, perwakilan KNPI Provinsi Papua Tengah serta 50 orang peserta pemuda berprestasi asal Kabupaten Dogiyai.

Dalam sambutan pembukaan, Asisten III Willem Tagi menyampaikan salam hormat kepada Kabid Pemuda dan Olahraga selaku panitia pelaksana, para narasumber, fasilitator, serta seluruh peserta yang disebutnya sebagai agen masa depan daerah.

"Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat untuk menghadiri pembukaan rangkaian kegiatan strategi kepemudaan pada hari ini," ucap Willem.

Ia menegaskan bahwa pemuda adalah aset terbesar yang dimiliki daerah. Masa depan pembangunan berkelanjutan, roda pemerintahan dan kemajuan masyarakat berada di tangan saudara-saudara sekalian. Namun potensi besar ini tidak akan menghasilkan dampak optimal tanpa adanya arah yang jelas, pondasi moral yang kuat, serta kompetensi yang mumpuni," tegasnya.

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah daerah sangat menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan hari ini yang mengintegrasikan tiga aspek krusial.

"Pertama, Sosialisasi Norma, Standar, dan Kriteria (NSK). Pemuda harus memahami regulasi dan batasan hukum serta tata kelola yang berlaku. Dengan memahami NSK, saudara sekalian akan memiliki buku panduan dalam berorganisasi, berkarya dan berkontribusi secara legal dan profesional," jelasnya.

"Kedua, Pembinaan Moral dan Karakter. Kecerdasan intelektual tanpa didasari oleh integritas moral hanya akan membawa kemunduran. Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, tantangan degradasi moral sangat nyata. Kita butuh pemuda yang tidak hanya pintar, tetapi juga jujur, disiplin, toleran dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Karakter yang kuat adalah bintang utama kalian," tambahnya.

"Ketiga, Bimbingan Teknis Bagi Pemuda Berprestasi. Prestasi yang telah saudara/adik-adik raih saat ini tidak boleh berhenti di sini. Melalui Bimtek ini, pemerintah ingin memfasilitasi peningkatan keahlian (up-skilling) dan kapasitas teknis agar prestasi tersebut dapat ditingkatkan ke level yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun intenasional," ujanya.

Willem juga berpesan kepada peserta untuk memanfaatkan momentum ini. "Jadikan momentum ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, jangan ragu untuk berdiskusi, memperluas jejaring (networking) dan membuka cakrawala berpikir. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi kreativitas dan inovasi pemuda. Kami butuh ide-ide segar dan solusi konkrit dari kalian untuk membangun daerah yang kita cintai ini," pesannya.

Kepada para narasumber, Pemerintah Dogiyai titipkan anak-anak muda terbaik ini untuk dierikan suplemen ilmu, motivasi dan bimbingan terbaik agar mereka siap menjadi pemimpin masa depan," kata Willem sambil secara resmi membuka kegiatan dengan ungkapan, "Dengan memanjatkan puji kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan Sosialisasi Norma, Standar, Kriteria Pembinaan Moral dan Karakter Pemuda serta Bimbingan Teknis Bagi Pemuda Berprestasi secara resmi saya nyatakan dibuka. Selamat mengikuti kegiatan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati niat baik kita semua," tutupnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Yeremias Goo, SE, yang juga menjabat sebagai Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Dogiyai, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Peraturan Daerah Kabupaten Dogiyai Nomor 1 Tahun 2006 tentang APBD Tahun Anggaran 2026, serta DPA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dogiyai Tahun 2026.

"Maksud dan tujuan dengan maksud untuk mewujudkan sinergitas kerja antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam menyusun norma, standar, prosedur dan kriteria tentang kepemudaan dan tujuannya menjadi pedoman acuan yang sah dan seragam bagi instansi pemerintah pusat maupun daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan," jelas Yeremias.

Melalui Bidang Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Kabupaten Dogiyai berharap kegiatan ini dapat menjadi acuan dalam menyusun Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Pemuda yang nantinya harus ditetapkan dalam satu peraturan daerah.

"Dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi acuan kami dalam menyusun norma standar prosedur dan kriteria pemuda yang mana harus ditetapkan dalam satu peraturan daerah. Harapan kami semoga tahun mendatang bisa melakukan bimbingan teknis dalam penyusunan Norma Standar Prosedur dan Kriteria Pemuda yang nantinya dengan menggandeng pihak akademisi dalam hal ini USWIM Nabire sehingga bisa melahirkan suatu produk hukum daerah," pungkas Yeremias. (Humas Pemkab Dogiyai)