Pemkab Dogiyai Salurkan 743 Ton Beras Bantuan Pemerintah ke 10 Distrik
HUMAS PEMKAB DOGIYAI _-_ Pemerintah Kabupaten Dogiyai menerima bantuan pangan berupa beras dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog sebanyak 743 Ton untuk disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Dogiyai. Penyerahan bantuan beras tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Dogiyai, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 10 kepala Distrik di Kabupaten Dogiyai yang nantinya akan menerima dan meneruskan bantuan beras kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Bantuan tersebut merupakan program bantuan pangan pemerintah yang menjadi bagian dari program prioritas nasional untuk membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dogiyai, Silvester Dumupa, S.Pt, mengatakan bantuan beras tersebut merupakan program pemerintah pusat yang dialokasikan melalui Badan Pangan Nasional dan disalurkan melalui Bulog.
“Ini merupakan program prioritas nasional dari Presiden yang memerintahkan Badan Pangan Nasional untuk mengalokasikan bantuan pangan pemerintah melalui Bulog,” kata Silvester.
Menurutnya, bantuan pangan tahun ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret telah disalurkan sebelumnya. Sementara tahap kedua diberikan untuk alokasi Juli, Agustus dan September, sehingga bantuan kali ini mencakup tiga bulan.
Silvester menjelaskan, bantuan pangan pemerintah tidak diberikan setiap bulan secara terus-menerus. Penyalurannya disesuaikan dengan kondisi dan fluktuasi harga pangan, khususnya beras.
“Bantuan pangan pemerintah ini akan disesuaikan dengan fluktuatif harga. Penurunan produksi beras bisa menyebabkan harga di pasaran naik. Begitu juga ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar, harga pangan, terutama beras, biasanya ikut meningkat,” jelasnya sambil menambahkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah melakukan langkah antisipasi melalui bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Menurutnya, bantuan tersebut sifatnya hanya membantu dan jumlah yang diterima tidak mencukupi kebutuhan pangan selama satu bulan penuh.
“Kami harap masyarakat tidak selalu tergantung kepada bantuan pangan pemerintah. Bantuan ini tidak selalu ada setiap saat dan jumlahnya juga tidak memenuhi kebutuhan satu bulan,” ujanya.
Karena itu, masyarakat didorong untuk kembali menggarap lahan, berkebun, bertani dan bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hasil pertanian yang berlebih juga dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk betenak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan daerah.
Silvester menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan dimulai dari Bulog pusat yang kemudian menugaskan Bulog di masing-masing wilayah untuk menyalurkan bantuan kepada pemerintah daerah. Untuk Kabupaten Dogiyai, beras bantuan tersebut berasal dari gudang Bulog Kantor Cabang Nabire.
Setelah diserahkan kepada pemerintah daerah, bantuan beras selanjutnya akan diserahkan secara formal kepada 10 kepala distrik. Dari distrik, penyaluran dilakukan kepada masyarakat penerima bantuan melalui perwakilan yang telah ditentukan.
“Setelah penyerahan selesai, pemerintah daerah akan menyerahkan kepada kepala-kepala distrik. Nanti dari kepala distrik akan melakukan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan penerima bantuan pangan,” jelas Silvester.
Ia mengatakan penyaluran dilakukan untuk seluruh 10 distrik di Kabupaten Dogiyai. Pengangkutan beras menuju masing-masing distrik akan disesuaikan dengan kemampuan transportasi yang tersedia. Pihak transporter akan membantu mengangkut dan menyalurkan beras ke masing-masing distrik.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Dogiyai, Nason Pigai, S.IP., mengatakan pemerintah daerah menerima bantuan beras dari Bulog untuk selanjutnya diserahkan kepada kepala-kepala distrik. Nason mengatakan kepala distrik dinilai lebih memahami kondisi masyarakat dan mekanisme pembagian bantuan di wilayah masing-masing.
“Kepala-kepala distrik sudah tahu cara membagi. Itu yang paling kami percaya,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Rahdian Rasyad, yang biasa dipanggil Rian, dari Bulog Kantor Cabang Nabire, mengatakan pihaknya membawa beras bantuan pangan untuk masyarakat Kabupaten Dogiyai. Beras tersebut, katanya, dibagi gratis untuk masyarakat.
Ia menjelaskan Bulog Kantor Cabang Nabire memiliki wilayah kerja yang mencakup lima kabupaten, yakni Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya. Karena itu, penyaluran bantuan beras untuk Kabupaten Dogiyai mengambil beras dari gudang Bulog Kantor Cabang Nabire.
Rian mengatakan sebelumnya Bulog juga telah menyalurkan bantuan beras untuk alokasi Februari dan Maret. Penyaluran tersebut telah dilakukan pada Mei 2026. Untuk periode saat ini, bantuan diberikan untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus dan September.
“Harapannya dengan bantuan ini masyarakat tetap bisa menikmati beras dengan kualitas yang bagus dan gratis. Semua lapisan masyarakat harapannya bisa mendapatkan bantuan seperti ini,” katanya. (Yohanes You/Herman Degei/Yanuarius Iyai/Yanuariaus Goo)








