DPPPA dan KB Dogiyai Tingkatkan Kapasitas Bagi Tenaga Lini Lapangan Cegah Stunting

blog image

HUMAS PEMKAB DOGIYAI _-_ Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA dan KB) Kabupaten Dogiyai menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Tenaga Lini Lapangan antara lain Kader KB, Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini mendampingi masyarakat di tingkat kampung yakni Kampung Ekemanida, Idakotu, Dikiyouwo dan Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. Mewakili BupatinKabupaten Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd, M.Si,  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPPA dan KB Kabupaten Dogiyai, Agustina Pigome, S.Keb membuka secara resmi kegiatan peningkatan kapasitas yang berlangsung di Aula Koteka Moge, Mowanemani, Jumat (7/8/2026) itu.

Dalam sambutannya, Agustina mengatakan bahwa keberhasilan program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada kerja para kader di lapangan. Para kader tersebht, lanjutnya, adalah orang-orang yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat dan paling memahami kondisi keluarga di kampung.

"Tenaga lini lapangan yang terdiri dari kader KB, PPKBD, dan Tim Pendamping Keluarga adalah ujung tombak pemerintah. Mereka yang pertama bertemu masyarakat, mendampingi keluarga, dan mengetahui persoalan yang dihadapi di lapangan," katanya.

Menurut dia, keberhasilan Program Bangga Kencana maupun upaya menurunkan angka stunting tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Dalam hal ini, katanya, dibutuhkan kerja sama dan komitmen semua pihak, terutama para kader yang setiap hari memberikan pendampingan kepada masyarakat. Karena itu, melaluinkegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan para kader agar semakin siap menjalankan tugasnya.

Agustina menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi fokus dalam kegiatan tersebut. Pertama, memperkuat pemahaman kader terhadap kebijakan dan pelaksanaan Program Bangga Kencana. Kedua, memperkuat peran kader dalam mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting. Ketiga, meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pendataan dan pelaporan sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan program pemerintah.

"Kita ingin semua kader memiliki pemahaman yang sama. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik. Data yang dikumpulkan pun harus benar karena menjadi dasar dalam menentukan langkah dan kebijakan pemerintah," ujanya.

Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai itu mengingatkan agar para peserta memanfaatkan kegiatan ini untuk belajar dan saling berbagi pengalaman. Menurutnya, banyak persoalan yang dihadapi di lapangan bisa diselesaikan jika dibahas bersama.

Selain itu, Agustina juga meminta agar para kader terus membangun kerja sama dengan bidan desa, pemerintah kampung, tokoh agama, tokoh adat, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama.

"Kader harus terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi, pola asuh anak, kesehatan ibu dan anak, serta perencanaan keluarga. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin angka stunting di Kabupaten Dogiyai bisa terus ditekan," katanya.

Di akhir sambutannya, Agustina berharap para tenaga lini lapangan semakin bersemangat menjalankan tugas setelah mengikuti kegiatan ini. Ia juga berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan saat mendampingi masyarakat di kampung masing-masing.

"Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Tenaga Lini Lapangan Kabupaten Dogiyai Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka," ucapnya.

 

Kegiatan peningkatan kapasitas ini akan dilanjutkan pada Sabtu (8/8/2026) dengan melibatkan tenaga lini lapangan dari sejumlah kampung lainnya di Kabupaten Dogiyai. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap ini, DPPPA dan KB berharap seluruh kader, PPKBD, dan Tim Pendamping Keluarga memiliki pemahaman dan kemampuan yang sama dalam menjalankan Program Bangga Kencana, mendampingi keluarga, serta mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing. (Humas Pemkab Dogiyai)