Distanbun Dogiyai Salurkan 3.500 Bibit Kubis dan 800 Kg Pupuk Organik kepada Poktan Bintang Jaya
HUMAS PEMKAB DOGIYAI _:_ Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah dalam mendorong pengembangan sektor pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dogiyai menyalurkan bantuan sebanyak 3.500 bibit kubis dan 800 kilogram pupuk organik kepada Kelompok Tani (Poktan) Bintang Jaya di Kampung Putaapa, Distrik Kamuu, Senin (13/7/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Dogiyai, Natalis Agapa, SE, M.Si memberikan apresiasi atas para anggota Kelompok Tani Bintang Jaya yang tetap memilih bekerja mengolah lahan dan membangun usaha pertanian secara mandiri di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Hal ini bertolak belakang dengan kehidupan saat ini yang mengandalkan budaya ketergantungan terhadap bantuan, meningkatnya pola konsumsi dan perubahan orientasi masyarakat akibat berbagai sumber pendapatan instan telah membuat sebagian masyarakat mulai meninggalkan kebun, petenakan, dan semangat bekerja.
"Di tengah situasi seperti sekarang, saya bangga melihat bapak, ibu dan adik-adik yang tetap mau membeli tanah, mengolah lahan, lalu menanam kopi dan tanaman lainnya. Kami patut beri apresiasi, karena tidak semua orang masih memiliki semangat seperti ini," kata Agapa yang didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura pada Distanbun Dogiyai, Yustinus Iyai mewakili Kepala Distanbun, Yakobus Goo, S.P saat menyerahkan bantuan tersebut.
Selain sayuran kubis, kata Agapa, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang sejak lama menjadi kebanggaan Kabupaten Dogiyai, khususnya Kopi Mowanemani yang telah dikenal luas.
"Kopi adalah produk unggulan lama dari Dogiyai. Kita bisa memetik buahnya, mengolahnya sendiri, kemudian menjualnya dan memperoleh penghasilan dari situ. Dengan cara seperti ini kita tidak bergantung kepada pihak luar. Kita menikmati hasil kerja sendiri dan hasil tanaman kita sendiri. Inilah cara kita memutus mata rantai ketergantungan," katanya.
Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Dogiyai akan terus memberikan perhatian kepada semua kelompok tani yang menunjukkan keseriusan dan hasil nyata di lapangan.
"Ke depan pemerintah melalui Dinas Pertanian akan terus memberikan dukungan kepada kelompok tani yang benar-benar bekerja. Yang sudah ada bukti hasil di lapangan harus kita bantu, baik berupa bibit, alat pertanian maupun bantuan operasional lainnya," katanya.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dogiyai, Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura, Yustinus Iyai menjelaskan, bantuan tersebut dibiayai dengan dana yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam meningkatkan produksi hortikultura, memperkuat kemandirian petani serta mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok tani produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Iyai menjelaskan, pihaknya akan memberikan bantuan secara bertahap hingga mencapai total 10.000 bibit kubis pada tahun 2026. "Hari ini kami menyerahkan 3.500 bibit kubis kepada Kelompok Tani Bintang Jaya. Pada bulan Agustus akan disalurkan lagi sebanyak 3.500 bibit, kemudian pada tahap akhir tahun ini sebanyak 3.000 bibit, sehingga total bantuan mencapai 10.000 bibit kubis. Selain itu kami juga menyerahkan sekitar 800 kilogram pupuk organik padat," jelasnya sambil menambahkan, seharusnya kebutuhan pupuk untuk lahan ini sekitar satu sampai dua ton. Tetapi karena ketersediaan pupuk terbatas dan juga harus memberikan kepada kelompok tani lainnya, maka sementara ini pihaknya bisa membantu hanya sebanyak 800 kilogram.
Iyai mengatakan, pupuk organik yang digunakan saat ini masih didatangkan dari luar daerah. Karena itu, untuk ke depan pihaknya berharap Kabupaten Dogiyai dapat memiliki Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO) agar petani mampu memproduksi pupuk sendiri. Dengan begitu, lanjutnya, petani dapat memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di daerah, mengolahnya menjadi pupuk. Kemudian hasilnya dapat dibeli oleh pemerintah Dogiyai untuk selanjutnya didistribusikan kembali kepada kelompok tani.
“Dengan demikian, kita tidak terus bergantung membeli pupuk dari luar daerah. Bahan baku pupuk organik sebenanya sangat melimpah di Kabupaten Dogiyai. Kita bisa mengolahnya dari bahan-bahan seperti rumput, limbah pertanian, kotoran tenak, sekam padi, serbuk kayu dan berbagai bahan organik lainnya. Seluruh bahan tersebut difermentasi dan diolah menggunakan mesin hingga menjadi pupuk siap pakai. Namun saat ini, kendala utama masih pada belum tersedianya mesin pengolahan,” jelasnya.
Iyai mengatakan, selain memberikan bantuan sarana produksi, Distanbun Kabupaten Dogiyai juga terus melakukan pendampingan melalui enam orang penyuluh pertanian yang bertugas di lapangan. Setiap penyaluran bibit maupun pupuk, katanya, enam penyuluh selalu ikut terlibat sehingga petani mendapatkan pembinaan secara langsung.
"Kami mau kelompok-kelompok tani ini nantinya mandiri. Setelah mereka memahami teknik budidaya, mengenal wilayah kerjanya, serta memiliki petani-petani unggulan, mereka akan mampu mengembangkan usaha pertaniannya sendiri," tutunya.
Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Bintang Jaya, Yohanes Dogomo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas perhatian yang telah diberikan kepada kelompok tani.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai, khususnya melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Dogiyai yang hari ini telah membantu kami dengan bibit kubis dan pupuk organik. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian. Kami berharap ke depan pemerintah terus mendampingi dan membantu kami," ucapnya.
Dogomo menjelaskan, kelompok tani yang dipimpinnya berada di bawah naungan Yayasan Sumber Bintang Tani Jaya, yang membawahi beberapa unit usaha, yaitu kelompok perkebunan kopi, pertanian hortikultura, dan petenakan.
Menurut Dogomo, seluruh lahan yang saat ini dikelola merupakan hasil pembelian menggunakan dana swadaya anggota sebagai bentuk komitmen membangun pertanian secara mandiri.
"Kami beli tanah pakai uang kami sendiri karena memiliki keinginan mengembangkan pertanian di Dogiyai. Kami belajar dari Bapak Didimus Tebai, seorang insinyur teladan pertanian asal Dogiyai. Daripada terus menyewa lahan, kami memilih membeli tanah supaya dapat mengembangkan pertanian dalam jangka panjang," katanya sambil menambahka, saat ini pihaknya telah memiliki lahan lebih dari dua hektare yang dimanfaatkan untuk pengembangan kopi dan berbagai komoditas pertanian lainnya.
Yohanes Dogomo berharap pemerintah terus memberikan dukungan melalui bantuan alat pertanian, bibit, pupuk, dan sarana produksi lainnya agar kelompok tani dapat berkembang lebih baik.
"Kemampuan kami saat ini sudah sampai membeli tanah dan membuka lahan. Ke depan kami membutuhkan kultivator, mesin babat, pupuk kompos, bibit, dan berbagai sarana lainnya. Kami berharap apabila mengajukan proposal, pemerintah dapat membantu kekurangan yang masih kami hadapi," ujanya.
Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit kubis secara simbolis di lahan milik Kelompok Tani Bintang Jaya. Penanaman dilakukan bersama oleh Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Dogiyai, Natalis Agapa, SE, M.Si, Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dogiyai, Yustinus Iyai, perwakilan Kelompok Tani Bintang Jaya dan para staf Distanbun Kabupaten Dogiyai. (Herman Degei/Yohanes You/Marsel Dou)








