Dinas P3AKB Dogiyai Gelar Pelatihan Olah Makanan Berbahan Lokal
HUMAS PEMKAB DOGIYAI _:_ Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Dogiyai melaksanakan Pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan dari Bahan Pangan Lokal bagi Warga Kampung di Kabupaten Dogiyai. Peserta pelatihan ini umumnya antara lain calon pengantin, ibu-ibu pasangan usia subur dan ibu yang menyusui
Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si dalam sambutan yang dibacakan Asisten Setda Kabupaten Dogiyai, Natalis Agapa, SE, M.Si mengatakan, kegiatan pelatihan pembuatan makanan tambahan dari bahan makanan lokal sangat penting dalam rangka mendukung program nasional dengan cara menekan angka stunting di Indonesia. Sebab, lanjutnya, angka anak dengan stunting di Papua masih sangat tinggi, dimana berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Papua Tengah mencapai 39,4% dengan 46.128 kasus, dan di Papua Selatan mencapai 25% dengan 33.304 kasus. Angka yang masih jauh di atas target nasional yang ingin dicapai, yaitu 14% pada tahun 2024.
"Dengan pengetahuan dan keterampilan yang ibu-ibu dapat nanti melalui pelatihan ini, kita berharap ibu-ibu di kampung nanti bisa membuat aneka makanan tambahan untuk anak-anak sendiri dengan kelola bahan makanan lokal yang ada seperti ubi, keladi, singkong, pisang, dan lain-lain. Sehingga itu bisa meningkatkan kebutuhan gizi yang seimbang bagi anak-anak. Dan dengan demikian, stunting bisa dicegah dari kampung-kampung," kata Asisten II dalam kata-kata sambutannya saat membuka kegiatan Pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan dari Bahan Pangan Lokal bagi Warga Kampung di Kabupaten Dogiyai Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Paroki Gereja Katolik St. Imaculata Mowanemani “Koteka Moge,” Selasa (16/12).
Dikatakan, selain menjadi bahan makanan untuk konsumsi keluaraga, aneka makanan tambahan yang dibuat oleh mama-mama seperti kue bolu dari ubi, kolak dari keladi, jus alpukat, jus nanas, bubur pisang tersebut bisa juga dijual dan menjadi sumber pendapatan bagi keluarga. Sehingga kita tidak perlu lagi bergantung dengan makanan tambahan dari luar seperti bubur sun, biskuit, roti dan lain-lain.
"Ibu-ibu harus memiliki kreativitas dalam membuat aneka makanan tambahan dari umbi-umbian, sayur, dan buah-buahan yang ada di Dogiyai untuk meningkatkan selera makan anak-anak. Dengan memanfaatkan potensi sumber makanan lokal, kita bisa memenuhi kita punya anak-anak punya keseimbangan gizi, dan mendukung proses pertumbuhan mereka," kata Agapa.
Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perijinan Satu Pintu (PM PTPSP) Kabupaten Dogiyai itu juga mengingatkan, bahwa pemenuhan gizi anak harus dimulai dari seribu hari pertama kehidupan, yaitu sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Karena pada masa ini, jelasnya, anak-anak mengalami pertumbuhan otak yang sangat pesat, pembentukan organ vital, pematangan sistem pencenaan, perkembangan kognitif dan lain-lain.
"Saya berharap ibu-ibu dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan memanfaatkan waktu serta kesempatan yang ada untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam keluarga dan menyebarluaskan kepada warga sekitar. Terima kasih juga kepada Dinas P3AKB Kabupaten Dogiyai atas program-program yang langsung menyentuh ibu-ibu di kampung,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Dogiyai, Yohana Yobee, Ama. Pd mengatakan, bahwa kegiatan pelatihan pembuatan makanan tambahan ini sangat penting karena sasaran utamanya adalah calon pengantin, ibu-ibu pasangan usia subur dan ibu menyusui. Mereka adalah orang tua yang akan mengelola dan memberikan makanan kepada anak-anak mereka, sehingga sangat penting bagi mereka untuk memiliki edukasi dan keterampilan tentang kebutuhan makanan tambahan yang sehat untuk anak.
"Karena menjelang Natal, kami juga memberikan pakaian Kemeja Batik Papua dan bahan makanan berupa telur, kacang hijau, gula pasir, susu, dan santan. Pemberian bahan makanan ini diharapkan dapat membantu pemenuhan gizi keluarga," kata Yohana Yobee. (Herman Degei)








